Powered By Blogger

Rabu, 13 Mei 2015

Pikiranmu dan Pikiranku~Kahlil Gibran (part 3)



Pikiranmu adalah pengetahuan sosial, kamus keagamaan dan politik.
Pikiranku adalah aksioma yang sederhana.
Pikiranmu berbicara tentang wanita yang ayu, yang lincah, yang empu, yang mesum, yang cendekia, dan yang bebal.
Pikiranku melihat setiap wanita sebagai ibu, saudara sekandung dan anak setiap manusia.
Pokok persoalan pikiranmu ialah pencuri, penjahat, dan pembunuh.
Padaku ada penjelasan, bahwa pencuri adalah makhluk monopoli, penjahat adalah cikal bakal tiran, dan pembunuh adalah pembinasa.
Pikiranmu menggambarkan undang” , pengadilan, mahkamah, hukuman.
Pikiranku menjelaskan bahwa bila manusia membuat undang”, ia dapat mematuhinya atau menerjangnya. Jika ada hukum dasar, kita semua harus mematuhinya. Orang yang menghina si kecil, pada hakikatnya menunjukan kekerdilan dirinya. Orang yang suka mencerca terhadap orang berdosa pada hakikatnya suka mencerca kemanusiaan.
Pikiranmu tertuju pada orang yang pintar, seniman, cendekiawan, ahli filsafat, pendeta.
Pikiranku tertuju pada cinta dan kasih-sayang, kemesraan, kejujuran, keterus-terangan, keakraban, dan pengorbanan.
Di dalam pikiranmu terdapat si kaya, si miskin, dan si pengemis.
Di dalam pikiranku tidak ada kekayaan selain kehidupan, dan seandainya kita semua pengemis, tidak ada dermawan yang dapat menyelamatkan kehidupan.

Engkau mempunyai pikiran, begitu pula aku.

Rabu, 06 Mei 2015

Pikiranmu dan Pikiranku ~ Kahlil Gibran (part 2)

  • Pikiranmu memperbolehkan engkau percaya akan pertentangan antara si kuat dan si lemah, dan menyamarkan yang sederhana menjadi halus.
  • Pikiranku mendorong semangat menggarap tanah dengan cangkul, dan menuai dengan sabit, dan membangun rumah dengan batu dan adukan semen, dan menenun bahan pakaian dengan benang wol serta linan.
  • pikiranmu mendorong mengawini kekayaan dan kemegahan.
  • Pikiranku menghargai sikap percaya diri.
  • Pikiranmu menyokong kemasyuran dan penampilan.
  • Pikiranku menasihati dan memintaku agar menampik kemasyhuran lantaran pekerti buruk, dan harus menganggapnya sebagai sebutir pasir yang terdampar di pesisir Keabadian.
  • Pikiranmu membangkitkan kesombongan dan keunggulan.
  • Pikiranku tumbuh bersama cinta akan perdamaian dan hasrat akan kebebasan.
  • Pikiranmu melahirkan impian akan istana dengan perabotan kayu cendana yang bertahtakan ratna mutu manikam dan tempat tidur dengan tilam dari jalinan benang sutera.
  • Pikiranku berbicara lembut di telinga, "Jasmani dan rohanimu harus bersih meski kepala tak menemukan pembaringan di man pun."
  • Pikiranmu membimbing cita-citamu pada gelar dan jabatan.
  • Pikiranku menyuruhku agar menghargai tugas.

Engkau memiliki pikiran, aku pun memiliki pikiran.

Pikiranmu dan Pikiranku ~ Kahlil Gibran (part 1)

  • Pikiranmu adalah pohon yang berakar jauh dalam tanah adat, dan caban-cabangnya tumbuh terus.
  • Pikiranku adalah awan yang melayang di angkasa, yang berubah menjadi titik-titik embun, kemudian jatuh dan membentuk parit yang bernyanyi menuju laut. Ia menguap pula selanjutnya ke angkasa.
  • Pikiranmu adalah benteng yang tak dapat diguncang oleh badai maupun halilintar.
  • Pikiranku adalah daun yang lentur dan bergoyang riang.
  • Pikiranmu dogma kolot yang tak dapat mengubah-mu dan kau ubah.
  • Pikiranku baru, yang mengujiku dan ku uji setiap pagi dan petang.
Engkau memiliki pikiranmu, aku pun memiliki pikiranku