Pikiranmu adalah pengetahuan sosial, kamus keagamaan dan
politik.
Pikiranku adalah aksioma yang sederhana.
Pikiranmu berbicara tentang wanita yang ayu, yang lincah,
yang empu, yang mesum, yang cendekia, dan yang bebal.
Pikiranku melihat setiap wanita sebagai ibu, saudara
sekandung dan anak setiap manusia.
Pokok persoalan pikiranmu ialah pencuri, penjahat, dan
pembunuh.
Padaku ada penjelasan, bahwa pencuri adalah makhluk
monopoli, penjahat adalah cikal bakal tiran, dan pembunuh adalah pembinasa.
Pikiranmu menggambarkan undang” , pengadilan, mahkamah,
hukuman.
Pikiranku menjelaskan bahwa bila manusia membuat undang”, ia
dapat mematuhinya atau menerjangnya. Jika ada hukum dasar, kita semua harus
mematuhinya. Orang yang menghina si kecil, pada hakikatnya menunjukan
kekerdilan dirinya. Orang yang suka mencerca terhadap orang berdosa pada
hakikatnya suka mencerca kemanusiaan.
Pikiranmu tertuju pada orang yang pintar, seniman,
cendekiawan, ahli filsafat, pendeta.
Pikiranku tertuju pada cinta dan kasih-sayang, kemesraan,
kejujuran, keterus-terangan, keakraban, dan pengorbanan.
Di dalam pikiranmu terdapat si kaya, si miskin, dan si
pengemis.
Di dalam pikiranku tidak ada kekayaan selain kehidupan, dan
seandainya kita semua pengemis, tidak ada dermawan yang dapat menyelamatkan
kehidupan.
Engkau mempunyai pikiran, begitu pula aku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar